Proses Produksi dari Pipa PVC


Pipa PVC (PolyVinyl Chloride) merupakan sebuah pipa yang biasa digunakan untuk saluran air pada sebuah proyek gedung, perumahan, jalan dan lain-lain. Pipa ini memiliki sifat yang keras, ringan dan kuat. Penginstalan dari pipa ini sangat mudah sehingga sangat ideal apabila Anda gunakan untuk saluran di kamar mandi, zink dapur maupun yang lainnya.


Bagaimana sih proses produksi dari pipa ini?

Beberapa dari Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan proses produksi dari pipa yang satu ini, namun tidak menutup kemungkinan juga beberapa dari Anda belum mengetahui sama sekali tentang pipa ini khusus nya proses produksi nya. Pipa ini memang tidak di produksi dengan mudah dan mengalami beberapa proses yang harus dilalui. 

1.    Proses Produksi Polimerisasi Suspensi 

Cara untuk memproduksi pipa PVC yang mengandung 57% klor ialah dengan polimerisasi monomer vinil klorida (CH2=CHCI), dan proses produksi yang digunakan adalah polimerisasi suspensi. Dibandingkan dengan polimer lainnya, PVC sangat sedikit dalam menggunakan bahan bakar minyak bumi. 

Di dalam proses ini, air dan monomer vinil klorida akan di introduksi ke inisiator polimerisasi dan reaktor polimerisasi, hal ini bersamaan dengan bahan kimia tambahan untuk mengetahui adanya reaksi. Kemudian, kandungan yang ada pada wadah reaksi akan terus-menerus dicampur agar dapat memepretahankan suspensi dan untuk memastikan keseragaman pada ukuran partikel resin PVC. 

Reaksi dari proses ini ialah eksotermik, dan untuk mempertahankan reaktor pada temperatur yang dibutuhkan, proses ini memerlukan mekanisme pendinginan. Dikarenakan volume yang berkontraksi selama reaksi, air perlu ditambahkan secara kontinu untuk pada campuran tersebut agar dapat menambah suspensi. 

Jika reaksi telah selesai, hasil bentuk cair PVC perlu dipisahkan agar tidak kelebihan monomer vinil klorida yang nanti nya akan dipakai pada proses berikutnya. Bentuk cair PVC yang telah di pisahkan dari kelebihan air dikeringkan dengan menggunakan udara panas dan akan menghasilkan butiran PVC. Jika proses normal, PVC hanya memiliki monomer vinil klorida kurang dari 1 PPM.
2.    Proses Suspensi Mikro dan Polimerisasi Emulsi 

Pada proses ini PVC akan menghasilkan butiran dengan ukuran yang lebih kecil dari proses sebelumnya. Selain itu, PVC juga akan memiliki sifat dan aplikasi yang berbeda. Proses polimerisasi ini akan menghasilkan PVC murni. Pipa ini membutuhkan konversi dengan menambahkan UV stabilizer, pelumas, bahan penolong proses, heat stabilizer, biosida, plasticizer dan lain-lain sebelum menjadi produk akhir. 

Apa saja keuntungan dari Pipa PVC

Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari PVC: 

1.    Sangat kuat
2.    Memiliki daya konduksi yang rendah
3.    Proses penginstalan nya cukup mudah
4.    Memiliki daya tahan korosi
5.    Hampir bebas dari pemeliharaan (virtually free maintenance)
6.    Memiliki daya konduksi panas yang rendah
7.    Biaya instalasi PVC rendah


EmoticonEmoticon